?

Log in

Previous Entry | Next Entry

mutasi and all that jazz!

Ketika bicara tentang mutasi, instansi tempat saya bekerja memang agak-agak unik. Kalau di instansi lain mutasi diutamakan kembali ke daerah asal, tidak begitu dengan instansi saya. Hampir semua pegawai tidak akan bisa menduga dia akan dimutasi kemana (kecuali orang-orang sakti yg punya line info A1, heheheee...)
Saya sendiri pun, tidak pernah menyangka akan bisa mutasi ke Semarang, mengingat dari awal oleh atasan-atasan di kantor, saya diarahkan untuk tetap bertahan di kantor pusat. Tapi nyatanya, Bapak berhasil membawa saya ke Semarang (walau sejujurnya saya tidak ingin lama-lama di sini, kecuali kalau sukses dapat jodoh di sini, hihihiii...).
Jadilah, ketika 2 orang kakak saya tersayang yaitu mas Agus dan mas Hembrand harus mutasi dari klasifikasi barang ke unit P2, saya yg keki...saya yg kepikiran, gimana masa depan klasifikasi barang tanpa mereka berdua, terutama mas agus. Kalau boleh bercerita, di klasifikasi barang selalu ada figur-figur sentral yg kalau dia tidak ada, pasti akan terasa berbeda. Figur-figur itu adalah mas Taufik dan bu Eha (Kasi), mas Agus, mas Virdi, dan mas Arbi. Bu Eha itu adalah mami kami di klasifikasi, beliau yg mengurusi segala tetek-bengek yg kepala seksi lain gak mau ngurus, beliau ini rajin banget, tegas, pintar dan detail, pokoknya teladan bangetlah buat saya. Mas Taufik, dia dedengkotnya klasifikasi barang, satu-satunya WCO Certified HS Trainer di Indonesia, mas Taufik ini jago banget nggombal, tapi gombalannya berisi, berisi ilmu-ilmu klasifikasi barang maksudnya. Mas Agus, mas Virdi dan mas Arbi, ketiganya adalah pelaksana yg paling jago tentang klasifikasi, mereka inilah mentor-mentor saya yang tiap beberapa menit sekali selalu saya todong dengan segala rupa tanya ini dan itu. Mas Agus itu paling jago masalah database dan klasifikasi batu dan logam, paling care dengan wellbeing kami semua, dan dia ini adalah tempat curhat, tempat bertanya, teman nggosip dan partner terbaik saya untuk membully mas Hembrand.
Saat ini di klasifikasi barang ada beberapa proyek besar yg butuh orang-orang yg tidak hanya pintar, tapi juga orang-orang dengan kepedulian besar. Tahun ini ada AHTN yang dijadwalkan selesai di akhir tahun, tahun depan adalah penyusunan BTKI 2017 lengkap dengan pembebanan tarifnya, selanjutnya ada penyesuaian peraturan menteri tentang tarif klasifikasi berdasarkan FTA sebagai akibat perubahan struktur tarif di BTKI 2017, kemudian masih ada peraturan menteri tentang tata cara pengenaan bea masuk berdasarkan perjanjian internasional yg dulu saya pegang. Dan kesemuanya itu sampai sekarang belum finish, hikzzz...
Saya mengerti bahwa suatu organisasi tidak seharusnya memiliki ketergantungan pada beberapa orang saja, tapiii.......ah, seandainya pejabat-pejabat yang berwenang atas mutasi itu tahu. Memang benar, bahwa klasifikasi barang tetap akan berjalan siapapun orang yang ada di dalamnya, tapi apakah berjalannya lancar, pincang atau malah mungkin jalan di tempat? itu yang masih jadi pertanyaan dan kekhawatiran saya.
Pada akhirnya....tetap saja, siapa sih saya ini? saya tidak punya kuasa untuk meng-undo keputusan mutasi yg sudah dibuat. Saya hanya bisa curhat di blog ini dan berdoa semoga klasifikasi barang tetap akan dipenuhi dengan orang-orang pintar dengan kepedulian tinggi. Karena bagaimanapun dan sampai kapanpun, klasifikasi barang adalah rumah pertama saya, tempat saya berharap suatu saat dapat pulang.
Selamat jalan ya mas masku...barokallaah untuk mutasinya.